Olahraga Untuk Anak Dan Balita

Balita memerlukan acara fisik untuk merangsang pertumbuhan motorik kasarnya. Karena itu, dorong si kecil untuk menjalankan acara fisik. Kenalkan olahraga dalam acara hariannya sehingga ia tak terlalu terpikat dengan televisi. Balita yang kurang bergerak bukan hanya berisiko terkena obesitas namun juga mempunyai permasalahan dengan kemajuan mental. Kemampuan sosialnya pun terhambat.

Mengajak balita berolahraga tak perlu paksaan. Pada umumnya, balita akan menggandakan apa yang ditangani oleh orang tua. Jika orang bau tanah tenteram jogging pagi, ajak si kecil ikut serta. Biarkan beliau mengendarai sepeda kecilnya. Kalau Anda punya hewan peliharaan anjing, sekalian saja ajak peliharaan jalan-jalan. Balita berusia 4-5 tahun biasanya telah suka bersepeda.

Pada final pekan, beri variasi. Ajak si kecil berenang, misalnya. Tidak usah memintanya untuk berenang dengan benar, kok. Cukup ajak ia menggerakkan tubuhnya di dalam air. Pilih bak yang aman. Anak-anak yang berusia lebih kecil juga bisa diajak berenang. Saat ini juga telah banyak layanan renang bayi atau baby spa. Tidak perlu kalut si kecil akan tenggelam, yang penting Anda full perhatian dikala menjaganya.

Anak-anak usia 4-5 tahun juga telah bisa diajak bersenam. Mereka bisa menggerakkan tubuh ke kiri dan kanan, depan dan belakang. Sertai dengan musik menarik, maka balita bisa menikmati program olahraganya. Jika ingin mencoba, boleh saja Anda mendaftarkan si kecil pada kelas balet. Ini berkhasiat untuk struktur dan postur tubuh si kecil.

Untuk belum dewasa lebih besar, ajak mereka untuk main bola. Anda boleh mendaftarkan ke klub olahraga tetapi jangan dipaksakan. Tujuan anak berolahraga dalam suatu klub yakni bersenang-senang dan menikmati acara olahraga, bukan untuk mencetak juara cilik.

Sesekali mengajak si kecil ke wahana outbound juga akan berharga bagi fisik dan mentalnya. Anak-anak akan menjajal hal baru. Itu akan mengembangkan keyakinan diri. Berdiri lewat titian misalnya, melatih keseimbangan. Bermain fly fox juga akan memupuk keberanian si kecil. Namun, jangan pernah memaksanya. Jika ia telah kadung ketakutan, tak perlu memaksa dan membujuk, terlebih mengancam. Ingat, konsentrasi utama yakni untuk menumbuhkan kecintaan anak akan acara fisik yang berkhasiat bagi kemajuan motorik dan mental.

Post a Comment

0 Comments