Peran Ibu Dalam Pendidikan Anak

Pentingnya kiprah ibu bagi anak utamanya dalam hal pendidikan. Proses pendidikan yang diberikan oleh seorang ibu telah dijalankan sejak sang bayi masih dalam kandungan. Apa yang ibu dengarkan atau bacakan kepada  bayi dalam kandungan, maka hal tersebut akan didengar pula oleh sang bayi. Emosional dan susila seorang ibu pun sanggup ditularkan lewat sikap seorang ibu selama mengandung dan mengasuh. Dalam suatu penelitian, bagi seorang ibu yang mengandung senantiasa memiliki perasaan ingin marah-marah maka sang anak pun kelak besar nanti akan memiliki penyakit jantung.

Pendidikan pun sanggup diberikan dengan kontak mata yang terjadi antara ibu dan anak. Setiap saat, dimanapun dan kapanpun proses pendidikan tersebut sanggup dilakukan. Seorang ibu memiliki tanggung jawab besar dalam bikin generasi muda yang kreatif, inovatif, prestatif, edukatif dan produktif. Adalah suatu mimpi hal itu terwujud bila tidak dilukis oleh tangan-tangan lembut seorang ibu. Dan untuk mewujudkannya, tidak lain hanyalah lewat perempuan sholihah yang berilmu, cerdas dan bertaqwa yang sanggup melakukannya. Ulama besar mengatakan, bahwa perempuan (khususnya seorang ibu) menjadi barometer baik buruknya suatu masyarakat. Rusaknya akhlaq perempuan ialah mata rantai yang saling bersambungan dengan kenakalan remaja, rapuhnya keluarga dan kerusakan masyarakat.

Jika seorang Ibu sanggup mengetahui dan mau melaksanakan kiprah serta tanggung jawabnya dalam mendidik dan mengarahkan anak dengan baik, dengan segala tuntunan dan contoh pada anak. Insya Allah akan terlahirlah generasi yang salih, unggul dan mumpuni, bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan kehidupannya kelak.

Namun realitasnya banyak ibu yang tidak sanggup melaksanakan kiprah dan tanggung jawabnya dengan baik. Mungkin ada sebagian yang terlalu sibuk dengan kariernya sampai kadang-kadang menyerupai menyerahkan tanggung jawab paling besar dalam pendidikan terhadap pihak sekolah atau belum dewasa yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan pengasuh yang dapat jadi “kurang berkualitas”. Atau mungkin ada yang merasa mengalah dan tertekan dalam mendidik anak alasannya yakni kurang wawasan sehingga galau tidak mengerti dengan apa yang mesti dilakukan.

Jika keadaan ini terus berlanjut maka pendidikan dan pertumbuhan jiwa anak yang kurang mendapatkan  pengasuhan yang bagus dari seorang Ibu akan terabaikan sehingga  kepribadian anak yang bagus tidak tercapai. Biasanya sikap anak ini menjadi jelek baik di keluarga maupun penduduk dan bila telah begini tentu bukan sepenuhnya salah si anak.

Banyaknya kasus-kasus bunuh diri jawaban kekerasan orang bau tanah pada anak, membuktikan bahwa anak merasa tak aman dan tenteram di lingkungan keluarganya, keadaan menyerupai ini tentunya bukan suasana yang aman untuk menampilkan pendidikan yang bagus buat anak alasannya yakni orang bau tanah malah tidak bisa menjadi contoh yang bagus buat mereka.

Makara hal pertama yang mesti diciptakan oleh keluarga utamanya oleh seorang Ibu yakni bikin suasana dan keadaan yang kondusif  sehingga halangan dalam mendidik anak, mengarahkan mereka terhadap pedoman agama, bikin kepribadian yang salih akan lebih mudah, alasannya yakni ada saling yakin dan ikatan kasih sayang yang memiliki pengaruh antara Ibu dan anak, dari seluruh pihak keluarga.

Oleh alasannya yakni itu, marilah kita gotong royong untuk secepatnya mengawali mendidik anak dengan cara yang bagus , secara betul-betul dan sarat kesabaran. Jika tidak maka akan menjadi orangtua (ibu) yang paling merugi, yakni ibu yang sedang menanti waktu munculnya kesusahan yang bertubi-tubi. Karena memiliki anak durhaka dan boleh jadi sering merugikan banyak pihak, baik dirinya sendiri, orangtua juga orang lain.

Post a Comment

0 Comments