Pengaruh Tv Kepada Dunia Anak

TV menghancurkan dunia anak? Jawabannya, banyak sekali. Semua agenda TV dan siaran iklan yang menyertainya, menyodorkan pesan yang berbeda-beda dan mengajarkan hal lainnya pula. Satu hal yang dicemaskan banyak orangtua merupakan anak menimba ilmu kekerasan dari TV. Ini sanggup dipahami. Sebab, tidak sedikit adegan kekerasan timbul di layar TV, mulai dari pertikaian ekspresi hingga pertikaian dan pembunuhan. Bukan cuma dalam program-program tayangan dewasa, tetapi juga anak-anak.

Anda tak sanggup menyingkir dari ini, tetapi sanggup menangkal imbas buruknya. Jelaskan padanya, orang-orang yang dia lihat di TV merupakan pemain film dan mereka melakukan itu tidak dengan sungguh-sungguh. Atau, hapuskan semua agenda yang lebih banyak mengeksploitir adegan kekerasan dari daftar agenda TV yang telah Anda pilih untuk anak. Jangan pula izinkan si kecil menonton agenda untuk dewasa.

Pelajaran lain dari TV yang perlu diwaspadai merupakan stereotipe sosial wacana wanita, pria, minoritas, orang lanjut usia, dan banyak golongan lain, tergolong anak-anak. Stereotipe ini kadang dilebih-lebihkan. Misalnya, lelaki senantiasa digambarkan jadi pemimpin dalam menangani kondisi sementara yang perempuan tetap pasif atau tak berdaya. Anak-anak menimba ilmu dari penggambaran ini utamanya jikalau mereka cuma mempunyai sedikit kontak dengan golongan yang digambarkan.

Sebagaimana adegan kekerasan, Anda pun tak mampu menyingkir dari adegan-adegan yang menggambarkan stereotipe sosial ini. Nah, berilah citra yang sempurna pada anak wacana hal yang tolong-menolong berlaku di masyarakat. Bukan cuma melalui kata-kata tetapi juga mesti diperkuat oleh sikap Anda sehari-hari. Bagaimana Anda sehari-hari bersikap kepada anak Anda, misalnya, merupakan teladan bagaimana sebaiknya orang bakir balig cukup akal memperlakukan seorang anak. Atau, bagaimana ayah memperlakukan ibu dan bagaimana ibu memperlakukan ayah, akan menampilkan citra pada anak wacana bagaimana sebaiknya seorang lelaki memperlakukan perempuan dan sebaliknya.

Ingatlah, TV akan menampilkan imbas yang aktual pada anak, antara lain tergantung dari seberapa banyak anak sanggup mengingat hal-hal yang dia tonton dan seberapa baik pemahamannya kepada apa yang dia tonton. Jika dia menafsirkan kekerasan atau stereotipe sosial di TV selaku pola sikap yang direstui penduduk dan versi yang benar untuk ditiru, maka pengaruhnya akan sungguh berlainan dibandingkan dengan jikalau dia menafsirkannya selaku pola sikap yang tak direstui dalam masyarakat.

Post a Comment

0 Comments