Pendidikan Abjad Anak Untuk Membangun Bangsa

Sebuah pepatah yang dikemukakan oleh Thomas Lickona “Walaupun jumlah bawah umur cuma 25% dari total jumlah penduduk, tapi menyeleksi 100% masa depan”. Oleh alasannya itu penanaman moral lewat pendidikan aksara sedini mungkin terhadap bawah umur yakni kunci utama untuk membangun bangsa.

Karakter yang bermutu perlu dibikin dan dibina sejak usia dini. Usia dini ialah masa kritis bagi pembentukkan aksara seseorang. Banyak pakar menyampaikan bahwa kegagalan penanaman aksara pada seseorang sejak usia dini, akan membentuk eksklusif yang mempunyai urusan di masa dewasanya. Selain itu, menanamkan moral terhadap generasi muda yakni kerja keras yang strategis.

Berbagai nasehat dari banyak pakar pendidikan anak, sanggup ditarik kesimpulan bahwa terbentunya aksara insan yakni dari dua faktor, yakni nature (faktor alami atau fitrah), dimana semua insan menjurus untuk menyayangi kebaikan dan nurture (sosialisasi dan pendidikan) yakni aspek lingkungan, dimana kerja keras memamerkan pendidikan dan sosialisasi yakni sungguh berperan didalam menyeleksi apa yang mau dihasilkan nantinya dari seorang anak.

Pendidikan moral pada usia dini mesti dijalankan sejak anak dilahirkan, apabila masa usia 2 tahun pertama anak telah mendapat cinta, maka sungguh mudah anak tersebut dibikin menjadi insan yang berakhlak mulia. Menurut hasil penelitian, bawah umur usia 2 tahun telah sanggup diajarkan nilai-nilai moral, bahkan mereka telah sanggup mempunyai perasaan tenggang rasa terhadap kesusahan atau penderitaan orang lain.

Pendidikan aksara yang dijalankan di sekolah sanggup memamerkan aba-aba tentang desain baik dan buruk sesuai dengan tahap pertumbuhan umur anak. Mengingat pentingnya pembentukan aksara sedini mungkin, maka hendaknya setiap sekolah, khususnya sekolah taman kanak-kanak sanggup menerapkan pendidikan aksara di sekolahnya.

Sumber : Megawangi, Ratna, (2004). Pendidikan Karakter Solusi untuk Membangun Bangsa. pg-paud.blogspot.com

Post a Comment

0 Comments