Mengajari Anak Menghargai Perbedaan

Lewat kata dan perbuatan, Anda sanggup mengajarkan pada bawah umur ihwal tenggang rasa dan pentingnya menghargai orang lain, terlepas dari semua perbedaan yang ada.

Jika dahulu ukuran kecerdasan anak kerap merujuk pada IQ (Intelligent Quotient), maka sekarang banyak luar biasa menekankan pentingnya membangun EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Seocial Quotient), selaku modal kesuksesan anak. Kemampuan berinteraksi dengan aneka macam kelompok yakni salah satu ketrampilan sosial yang berperan penting dalam mendorong seorang anak untuk berempati, melakukan pekerjaan sama dan saling menghormati dengan orang lain. Semua kesanggupan tadi pasti sungguh diinginkan kelak dikala dia remaja dan masuk dalam dunia kerja dan lingkungan sosial.

Membangun kesanggupan berinteraksi dan saling menghormati dengan orang dari aneka macam kelompok tidak sanggup dijalankan secara instan maupun dipelajari melalui nasihat semata. Anak-anak membutuhkan pola yang nyata. Sebagai orang tua, Anda umumnya menjadi role versi utama bagi si Kecil. Anak-anak sudah menyadari adanya perbedaan sejak usia sungguh muda, meski orang remaja di sekitarnya tidak pernah membicarakannya. Meski menyadari adanya perbedaan, tetapi mereka belum mengerti apa arti perbedaan tersebut. Dari orang-orang remaja di sekitarnya dia belajar ihwal arti dan perilaku dalam menghadapi perbedaan.

Diane Maluso, Associate Professor of Psychology di Elmira College, juga menekankan pentingnya tugas orang bau tanah tersebut. “Anak-anak bekajar ihwal perilaku orang bau tanah kepada orang lain dari cara orang tuanya berinteraksi dan dengan ungkapan-ungapan yang dilontarkan perihal orang lain”, paparnya. Lewat perilaku serta bahasa yang digunakan orang tuanya kepada orang lain, bawah umur belajar ihwal rancangan diri dan relasinya dengan orang lain.

Jika Anda memiliki korelasi baik serta menampilkan rasa hormat pada orang yang berlainan baik secara fisik, gender, sosial maupun ekonomi maka anak akan belajar bahwa semua perbedaan tersebut bukanlah sesuatu yang mesti dipermasalahkan. Namun kalau anda justru kerap meremehkan atau mengatakan dengan tidak sopan pada orang-orang tertentu, jangan heran jikalau si Kecil pun akan melakukan hal yang sama. Contoh paling sederhana, ingat-ingatlah cara memperlakukan pembantu rumah tangga dan supir di rumah. Kalau Anda kerap mengatakan dengan nada memerintah dan meremehkan, siap-siap saja mendengar hal yang serupa keluar dari verbal si Kecil.

Pada usia Sekolah Dasar, pengertian anak akan status sosial dirinya serta teman-temannya juga makin meningkat dan mendorong terbentuknya sikap-sikap tertentu yang berhubungan dengan status sosialnya. Namun begitu, pada usia ini perilaku egosentris bawah umur juga sudah menyusut dibanding usia balita sampai mereka mulai bisa memfokuskan diri pada mutu internal menyerupai kebaikan dan kejelekan seseorang, dibandingkan perbedaan eksternal menyerupai perbedaan ras maupun kelas sosial. Pada tahap ini, lagi-lagi orang bau tanah sungguh berperan dalam mendorong anak-anaknya untuk mengeksplorasi perbedaan yang ada, menampilkan klarifikasi kepada pertanyaan-pertanyaan mereka, dan melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan yang membuka ruang berinteraksi dengan aneka macam kalangan.

Berikut beberapa kiat untuk mendorong bawah umur mudah-mudahan menghargai dan tidak membeda-bedakan orang dari aneka macam kalangan:

* Buka peluang untuk mempelajari aneka macam perbedaan, menyerupai berinteraksi dengan aneka macam kalangan, sebisa mungkin dimulai dari lingkungan terdekat menyerupai teman-teman bermainnya, saudara sampai kegiatan-kegiatan rekreasi.
* Pilih mainan, buku dan film yang mencerminkan aneka macam jenis individu yang berlainan sepertui usia, profesi, latar belakang sosial – ekonomi, suku bangsa dan lain-lain
* Berikan peluang pada bawah umur untuk bermain bareng teman-teman seusianya. Bermain yakni cara terbaik bagi bawah umur untuk belajar berinteraksi dan berafiliasi dengan orang lain.
* Kemampuan mengerti apa yang dicicipi orang lain atau berempati yakni kesanggupan yang penting dimiliki oelah anak. Untuk menumbuhkannya, bantu anak mengungkapkan perasaaan mereka dan dorong mereka untuk membayangkan perasaan orang lain. Dengan begitu, anak akan mengerti bahwa menyerupai dirinya, orang lain juga bahagia bila diperlakukan dengan baik dan murung bila diperlakukan tidak baik
* Saat bawah umur kian besar dan bertanya ihwal aneka macam perbedaan yang ada, dukunglah dengan menampilkan warta yang tepat dengan usia mereka.

Post a Comment

0 Comments