Manfaat Origami Bagi Anak

Origami memang bukan cuma mainan anak-anak, menyerupai yang sudah dinyatakan oleh seniman origami dari Kanada Josep Wu pada konferensi origamer dunia di Tokyo. Namun tak disangkal bahwa origami memang sungguh bersahabat dengan dunia anak-anak. Sebagian di antara versi origami terang sungguh disukai mereka dan juga sungguh cocok dengan dunia anak.

Aktifitas origami itu sendiri ternyata juga sungguh digemari oleh nyaris semua anak-anak. Maka bagi orang bau tanah yang sudah memahami faedah dan nilai positifnya bagi mereka, tentu tidak akan melupakan aktifitas, fasilitas dan peluang ini begitu saja. Berikut ini beberapa argumentasi dan sekaligus faedah berorigami untuk mereka.

1. Anak menuntut ilmu meniru/mengikuti arahan
Ketika seorang anak mengikuti tahap demi tahap lipatan dengan baik, maka bersamaan ia sudah menuntut ilmu bagaimana mengikuti isyarat dan instruksi baik dari orang tua, instruktur, maupun dari gambar/foto origami. Dari sanalah ia menuntut ilmu menciptakan sesuatu dari cara yang paling fundamental yaitu meniru.

2. Anak menuntut ilmu berkreatifitas
Origami memang dunia kreatifitas. Begitu banyak versi origami, baik versi tradisional maupun versi dari karya-karya terbaru. Seorang anak tinggal memutuskan versi apa dan mana yang ia sukai. Seiring dengan itu, kalau anak sudah mulai ahli melipat dan sudah banyak versi yang ia lipat, maka pada dikala tertentu nanti akan timbul pemikiran ingin menciptakan sesuatu dari teknik-teknik lipatan yang sudah dikenalnya. Ini artinya ia menuntut ilmu berkreasi untuk menciptakan sesuatu.

3. Anak menuntut ilmu berimajinasi
Model origami biasanya juga merupakan miniatur dari makhluk dan benda-benda keperluan hidup. Modelnya merupakan hasil dari imajinasi para pembuatnya. Ada model-model yang sungguh terang atau sungguh natural dari bentuk-bentuk atau model-model kehidupan. Namun ia juga kadang begitu abnormal sehingga lebih diharapkan imajinasi yang berefek untuk menangkapnya. Seorang anak akan menuntut ilmu berimajinasi lewat origami ini. Apalagi di saat ia sudah menjajal berkreasi dengan sesuatu bentuk yang gres tanpa menggandakan atau mengikuti diagramnya.

4. Anak menuntut ilmu berkarya (seni)
Origami merupakan seni melipat kertas, sehingga di saat seorang anak menciptakan origami mempunyai arti ia sudah menuntut ilmu berkarya (seni). Seni di sini bisa diartikan dalam dua hal, yaitu pertama seni melipatnya (teknik dan cara melipatnya, prosesnya pada setiap tahapan, dsb), yang kedua merupakan modelnya itu sendiri yang menjadi karya seni. Hasil karya origami terang sanggup dimasukkan dalam seni visual (visual art). Penggunaan jenis ragam dan warna kertas akan memicu versi yang juga berbeda, tergolong komposisi yang diinginkannya.

5. Anak menuntut ilmu menghargai/mengapresiasi
Bicara soal karya dan seni, tentu tidak lepas dari kata apresiasi dan penghargaan. Mempraktekkan origami mempunyai arti juga menuntut ilmu mengapresiasi suatu cabang karya seni dari seni visual. Seorang anak ketika berorigami mempunyai arti juga akan menuntut ilmu mengapresiasi seni dan keindahan sejak dini, artinya ia juga menuntut ilmu kehalusan jiwa.

6. Anak menuntut ilmu menciptakan model
Origami merupakan melipat kertas untuk menciptakan suatu model. Maka di saat seorang anak berorigami, ia sedang menuntut ilmu menciptakan dari selembar kertas (atau lebih) menjadi suatu versi sesuai dengan kesanggupan dan kesukaannya. Model dalam origami sangatlah banyak dan terus bertambah seiring dengan karya-karya gres yang dihasilkan oleh para pelipat. Namun versi origami yang disukai anak biasanya merupakan versi origami tradisional yang berupa mainan (miniatur) binatang, pesawat (anak laki-laki), rumah dan alat rumah tangga (anak wanita) dan sebagainya. Model origami untuk anak ini, biasanya berisikan lipatan sederhana dengan sedikit tahapan dalam diagramnya. Namun tidak menutup kemungkinan, seorang anak yang sudah banyak menjajal jenis lipatan akan bisa menciptakan versi origami yang mempunyai tingkat kesusahan tinggi. Semakin banyak menjajal jenis lipatan, seorang anak tentu sanggup menciptakan versi origami lebih banyak lagi.

7. Anak menuntut ilmu menciptakan mainannya sendiri
Banyak versi origami yang sanggup dipakai untuk bermain anak, misalnya kodok lompat, piring terbang, bola besar, pesawat-pesawat terbang, perahu, kuda berputar, bunyi tembakan, baling-baling, versi perlengkapan rumah mulai lemari, kursi, meja dipan, dan lain-lain. Model-model itu biasanya sanggup cukup dibentuk dari selembar kertas saja. Untuk versi tertentu yang berskala besar bisa menggunakan kertas koran, menyerupai untuk menciptakan topi, bola besar, pesawat dan lain-lain. Perlu digaris-bawahi bahwa dalam berorigami, melipatnya itu sendiri merupakan cuilan dari bermain, sehabis menjadi model, juga sanggup dimainkan baik sendiri atau bersama.

8. Anak menuntut ilmu membaca diagram/gambar
Belajar origami, selain lewat tutorial seorang guru atau instruktur, sanggup pula lewat animasi atau lewat diagram dari suatu buku origami. Kaprikornus seorang anak sanggup menciptakan origami dengan mengikuti diagram yang ada dalam buku, meski mesti diseleksi dan diubahsuaikan dengan tingkat kemampuannya. Ini diharapkan mudah-mudahan anak tidak kesusahan untuk menyelesaikannya. Bahkan dianjurkan, kalau kesanggupan sang anak masih tahap pemula, baiknya selalu didampingi orang dewasa, mudah-mudahan ketika memperoleh kesusahan ada yang menolong untuk menyelesaikannya. Yang pasti, kian sering anak berlatih lewat diagram-diagram yang ada, maka akan meningkat pula kesanggupan membaca diagramnya tergolong pengenalan kepada jenis lipatan yang digunakan. Proses membaca diagram akan merangsang logikanya untuk mempertimbangkan rangkaian tahapan sampai selesai.

9. Anak menuntut ilmu memperoleh penyelesaian bagi persoalannya
Sebuah diagram origami berisikan beberapa tahapan, dimana setiap tahapannya merupakan rangkaian persoalan-persoalan lipatan yang beraneka ragam. Ketika seorang anak menciptakan origami dengan cara mengikuti alur suatu diagram, sebenarnya ia sedang menghadapi masalah pada setiap tahapan diagram itu. Bilamana ia sukses mengikuti tahap demi tahap, artinya ia sanggup menyelesaikan masalah origami. Pada dikala menyerupai itu, untuk anak umur tertentu akan berlangsung logikanya, bagaimana mengikuti, membaca gambar, dan menyelesaikan persoalan-persoalan itu. Bahkan kalau sudah mulai menciptakan karya sendiri, ia akan berupaya mencari solusi, sampai sukses membentuk suatu versi origami yang diharapkan. Tentu ini latihan yang sungguh bagus bagi anak untuk menuntut ilmu memecahkan persoalannya.

10. Anak menuntut ilmu perbandingan (proporsi) dan berfikir matematis
Satu di antara yang sungguh memutuskan keindahan versi origami merupakan yang disebut dengan proporsi bentuk (perbandingan bentuk). Mengapa versi ini atau itu menyerupai bentuk tertentu merupakan alasannya merupakan teori proporsi. Tingkat keindahan suatu versi origami (meski sudah terang modelnya) merupakan juga sungguh terletak pada proporsi ini. Di segi lain jenis lipatan origami tradisional biasanya merupakan jenis lipatan menurut teori matematis, artinya bukan asal lipatan (berbeda dengan banyak teknik untuk model-model kontemporer). Dengan demikian, aktifitas origami sanggup membimbing seorang anak untuk mengenal rancangan perbandingan bentuk dan sekaligus rancangan matematis.

Post a Comment

0 Comments